Bisnis Kopi Organik jadi Peluang Usaha Potensial, Mau Nyoba?

Bisnis kopi organik
Jangan Lupa Ngopi
Bisnis kopi organik
Jangan Lupa Ngopi

Bisnis kopi memang menjadi primadona sekarang dengan merambahnya pecinta kopi di Indonesia. Sering kita lihat ada bisnis kopi online, bisnis kopi bubuk, bisnis kopi sachet, bisnis kopi keliling, dan masih banyak lagi bisnis kopi di Indonesia. Tapi apakah kalian pernah mendengar bisnis kopi organik? Jika penasaran mengenai peluang bisnis kopi organik atau kopi bio ini, simak ulasannya sebagai berikut. Baca Juga : Manfaat Ekonomi Kreatif di Indonesia, Efektif Untuk Menekan Pengangguran?

Bisnis Kopi Organik, Peluang Bisnis Kopi di Indonesia

Bisnis Kopi Organik menjadi salah satu peluang usaha sampingan yang menguntungkan bagi kalian yang ingin mencoba bisnis usaha yang banyak di gemari masyarakat pecinta Kopi. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu produk pertanian organik yang berkembang cukup pesat adalah kopi organik atau dikenal pula sebagai kopi bio.

Sebagai suatu produk minuman, maka persyaratan ‘kesehatan’ produk tersebut menjadi sangat penting. Walaupun produk tersebut relatif masih baru, pasar produk tersebut berkembang dengan pesat. Dengan karakteristiknya yang bebas dari berbagai bahan kimia sintetis dan harganya relatif lebih mahal, produk tersebut diperkirakan akan diminati oleh kalangan yang pendapatannya relatif tinggi.

Secara global di Indonesia, memang masih lebih terkenal kopi-kopi robusta, kopi daerah: Kopi Lampung, Kopi Aceh, Kopi Papua, Kopi Minang, dan macam-macam kopi daerah lainnya. Disini kita lebih berfokus ke kopi organik, semoga bermanfaat dan menjadi salah satu ide kalian yang ingin mencoba peluang usaha bisnis kopi ini di tahun 2020. Baca Juga : Bingung Peluang Kerja Ilmu Komunikasi Apa Saja? Ini Jawabannya

Prospek Perkembangan Produk Kopi di Indonesia

Bagaimana kira-kira prospek perkembangan produk kopi tersebut di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan anatra lain aspek pasar, teknis, managerial, dan kebijakan pemerintah sebagai factor pendukung. Dari aspek pasar, hal yang perlu diperhatikan adalah aspek penawaran, permintaan, dan harga dari produk tersebut. Sebagai produk baru, penawaran kopi organik masih dianggap belum memenuhi kebutuhan konsumen. Karena sifatnya masih baru, pengusahaan kopi organik belum dikembangkan dengan skala yang luas, namun masih dalam skala kecil. Lebih jauh, dengan teknologi yang dikembangkan sekarang, produktivitas tanaman masih lebih rendah yaitu 20-50% lebih rendah dari produktivitas tanaman kopi yang menggunakan budidaya biasa.

Peluang Bisnis Kopi Organik

Sebagai contoh, di Indonesia hanya baru ada satu produsen yang dianggap mampu menghasilkan produk organik yaitu kopi yang diproduksi di Gayo, Aceh, dengan merek dagang Gayo Mountain Coffee.Negara-negara yang kini mulai memproduksi kopi organik adalah El Salvador, Tanzania, Nikaragua, dan Brazil. Di sisi lain, permintaan terhadap produk pertanian organik, termasuk kopi, telah meningkat dengan pesat. Gambaran umum menunjukkan bahwa pasar pangan organik tumbuh dengan laju 80% per tahun. Sedangkan pasar bahan penyegar organik, dimana kopi termasuk di dalamnya, meningkat dengan laju sekitar 290% per tahun untuk periode dua dekade terakhir.

Jika pada tahun 1980-an pangsa pasar produk organik baru mencapai 0.3%, maka pada tahun 2000-an pangsa pasarnya diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 20%. Lebih jauh lagi, jika semula pemasarannya bersifat langsung, maka pada tahun 2000-an diperkirakan akan melalui supermaket dan pedagang pengecer. Berkembangnya permintaan yang pesat terhadap kopi organik diperkirakan berhubungan dengan karakteristik dari produk tersebut yang bebas bahan kimia, dan sifat pengusahaannya yang berkesinambungan.

Hal ini sejalan dengan isu global yang kini menjadi mode. Faktor Kedua yang diperkirakan menjadi faktor pendukung adalah karena produk tersebut termasuk kategori kopi spesial. Ada kecenderungan bahwa konsumen cenderung memilih kopi yang spesial, atau mempunya ciri/keunggulan tertentu (speciality) seperti terjadi di Amerika dan Kanada. Hal ini sudah dibuktikan oleh Gayo Mountain Coffee yang permintaannya cukup baik serta mendapat suatu premium harga. Semakin meningkat kesejahteraan konsumen, semamin tinggi kecendrungannya untuk memilih kopi yang termasuk kategori specialty.

Permintaan Pasar Domestik

Permintaan pasar domestik terhadap kopi organik ini sangat diharapkan akan tumbuh secara pesat dikemudian hari sehingga mampu meningkatkan pendapatan kita jika menekuni bisnis kopi organik. Faktor pertama tentu pengaruh global dimana kesadaran masyarakat terhadap produk yang bersahabat dengan lingkungan semakin meningkat.
Faktor berikutnya adalah jumlah penduduk Indonesia yang berpendapatan menengah relatif banyak dan diperkirakan masih terus akan meningkat. Hal ini nantinya mampu mendongkrak serta meningkatkan permintaan domestik terhadap kopi organik di masa depan.

Kita bisa melihat perkembangannya melalui peningkatan serta bermunculan toko yang khusus menjual produk kopi organik tersebut. Dengan menimbang antara penawaran serta permintaan produk ini, peluang untuk mengembangkan kopi organik di Indonesia bisa dikatakan sudah terbuka lebar untuk Anda. Pada masa mendatang, penawaran diperkirakan belum bisa memenuhi permintaan sehingga prospek harga kopi organik diperkirakan akan masih cukup tinggi dan stabil.

Sebagai ilustrasi harga kopi organik akhir-akhir ini adalah sekitar 20-30% lebih tinggi dari kopi yang diproduksi dengan melibatkan bahan kimia. Lebih jauh, ketika harga kopi terus menurun dan mencapai US$ 0.7/kg, harga kopi organik tetap stabil pada tingkat US$ 2.8/kg. Dari segi teknis, walaupun memerlukan teknik budidaya yang spesifik, petani Indonesia diperkirakan akan mampu memproduksi secara baik. Memproduksi kopi organik memerlukan teknologi tertentu sejak dari proses produksi, pengolahan, sampai, pada kemasannya.

Contoh Peluang Usaha Kopi Terlaris

Gayo Mountain Coffee merupakan salah satu contoh keberhasilan yang dapat kita tiru memproduksi kopi organik yang sudah mendapat sertifikasi dari Masyarakat Ekonomi Eropa (SKAL) dan dari Amerika (Organik Crop Improvement Association), sungguh sangat menjanjikan jika kita menekuni bisnis kopi organik. Karena proses-proses yang dilewati bersifat spesifik, maka manajemen dari semua proses tersebut perlu dikembangkan secara spesifik.

Hal ini berarti pihak yang terkait, khususnya petani, prosesor, dan eksportir maupun instansi terkait seperti dinas perkebunan dan dinas perindustrian memerlukan suatu koordinasi yang rapih. Manajemen tersebut diharapkan mampu mengelola suatu system produksi sehingga memungkinkan dilakukan suatu evaluasi atau inspeksi mengenai proses serta kualitas produk yang dihasilkan. Dengan demikian, produk tersebut akan mendapat suatu sertifikasi dari lembaga-lembaga yang berwenang melakukan sertifikasi. Baca Juga : Cara Investasi Saham Bagi Pemula Mudah Dipahami

Sistem Produksi dan Manajemen

Terkait dengan masalah sistem produksi dan manajemen, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember telah melakukan berbagai penelitian yang berhubungan dengan hal tersebut. Sebagai contoh untuk menjadi pertimbangan Anda, dalam hal teknik produksi, lembaga ini telah menemukan berbagai teknologi untuk mendukung produksi Anda, seperti teknologi proses pengomposan, teknologi penyediaan bahan organik (kulit kopi, guguran daun penaung, dan rumput vetiver), dan penggunaan jasad renik untuk menyuburkan tanah. Dengan teknologi tersebut, berbagai bahan organik yang tersedia disekitar kebun dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung budidaya kopi organik.

Terkait dengan masalah menejemen, misalnya telah dikembangkan suatu sistem inspeksi dan evaluasi yang memungkinkan suatu inspeksi dan evaluasi yang sistematis dan periodik untuk memonitor proses dan kualitas produk yang dihasilkan. Lembaga tersebut juga terus berusaha untuk mengembangkan diri sehingga diberi wewenang untuk terlibat dalam pemberian sertifikasi.

Dukungan Pemerintah terhadap Bisnis Kopi Organik

Dukungan pemerintah untuk mengembangkan kopi organik tampaknya sudah mulai tampak. Hal ini antara lain tercermin dari upaya pemerintah untuk mengembangkan kopi organik di Wamena, Irian Jaya dan di Cangkringan, Sleman. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus berupaya mengembangkan kopi organik ditempat lain yang dinilai sesuai. Dengan program tersebut, disamping dapat meningkatkan harga dan pangsa pasar, program tersebut juga sekaligus merupakan suatu untuk meningkatkan kualitas kopi Indonesia yang kualitas kopinya masih didominasi (72%) oleh mutu sedang (grade 3 dan 4), sedangkan mutu tinggi baru mencapai sekitar 11%. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa pengembangan kopi organik di Indonesia cukup prospektif.
Peluang pasar yang cukup terbuka, harga yang relatif tinggi dan stabil, ketersediaan teknologi, serta dukungan pemerintah dan lembaga penelitian merupakan factor-faktor yang mendukung pengembangan kopi organik di Indonesia. Baca Juga : Pertimbangkan Hal Ini Jika Kamu Mau Menjadi Jurnalis

Referensi

Tulisan ini berawal dari pendapat Wayan R. Susila, Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia
Sumber refensi lain di Academia Education

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan