Manfaat Ekonomi Kreatif di Indonesia, Efektif Untuk Menekan Pengangguran?

manfaat ekonomi kreatif
Memanfaat Ekonomi Kreatif di Indonesia
manfaat ekonomi kreatif
Memanfaat Ekonomi Kreatif di Indonesia

Ekonomi kreatif adalah konsep baru di era ekonomi baru yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan perkembangan di dunia. Dunia bisnis menjadi lebih beragam dengan adanya ekonomi kreatif tersebut. Manfaat ekonomi kreatif di Indonesia sangat beragam, salah satunya dapat menciptakan peluang kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia yang bisa kita lihat bersama.  Pengangguran merupakan suatu permasalahan yang derap kali menyaruak di tengah masyarakat. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, permasalahan ini tak kunjung berujung. Seharusnya kita harus bisa melihat peluang, padahal kita bisa mengembangkan ekonomi kreatif dalam situasi dan kondisi apapun.

Entah apa yang keliru, entah apa yang membuat masalah ini justru terlihat semakin pelik. Kemiskinan, penderitaan, kriminalitas, serta konflik sosial bisa dipandang sebagai akibat pengangguran yang semakin menjadi. Banyak pihak yang seakan menutup mata, dan besikap seolah tidak tahu akan keberadaan pengangguran yang senyatanya justru semakin marak. Tidak sedikit pula masyarkat yang saling tuding dan saling lempar tanggung jawab. Padahal jika kita bisa memanfaatkan ekonomi kreatif ini justru menjadikan kehidupan dimasyarakat lebih mandiri dan sejahtera.

Pengertian Ekonomi Kreatif

Definisi atau pengertian Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep ekonomi di era perkembangan ekonomi dunia ke empat setelah ekonomi pertanian, ekonomi teknologi informasi, ekonomi industry. Ekonomi kreatif bisa diartikan sebagai suatu kegiatan ekonomi yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam pelaksanaan kegiatannya. Hal ini cukup relevan jika diusahakan sebagai solusi antisipatif mengangguran dengan kualifikasi pendidikan yang tinggi. Baca Juga : Prinsip Dasar Ekonomi Menurut Gregory Mankiw (10 Prinsip Ekonomi)

Dalam usaha ekonomi kreatif lebih terkonsentrasi pada potimasi ide dan kreatifitas yang dimiliki oleh setiap masyrakat ataupun perorangan untuk kemudian diaplikasikan pada sub bidang yang disukai.

Adapun klasifikasi sub bidang ekonomi kreatif antara lain:

Banyaknya pilihan ini dapat menjadi titik tolak ukur dan memberikan gambaran bagi masing-masing “penganggur” untuk menyesuaikan kemampuan yang dimilikinya dengan sub bidang yang ada.  Artinya manfaat ekonomi kreatif ini sangat berguna untuk masyarakat kita untuk menekan adanya pengangguran di Indonesia.

Fenomena Pengangguran Di Indonesia

Meskipun dengan adanya berbagai macam manfaat dari ekonomi kreatif itu sendiri, namun nyatanya masih banyak pengangguran. Masyarakat menyalahkan pemerintah, permerintah menyalahkan pengangguran, dan pengangguran hanya bisa pasrah. Tidak hanya pemerintah sebenarnya yang harus mengurai kusutnya permasalahan ini. Seluruh elemen masyarakat harus menyadari bahwa ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai anggota masyarakat terorganisir, yang mengharapkan keselarasan dalam segala aspek. Baca Juga : Ide Jualan di Bulan Puasa yang Menjanjikan, Mau Mencobanya?

Sungguh miris jika kita melihat fakta di Indonesia bahwa semakin hari justru semakan banyak pengangguran-pengangguran terdidik, pengangguran bergelar sarjana yang notabene sebenarnya memiliki kualitas SDM yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Adanya kualitas SDM yang tinggi ini amat disayangkan jika tidak dioptimalkan. Salah satu penyaluran SDM dengan kualitas tinggi ini bisa melalui konsentrasi pengembangan ekonomi kreatif.

Pengoptimalan Sumber Daya Manusia

Jika kita lihat dari macam-macam sub bidang ekonomi kreatif yang ada, bisa kita ungkapkan bahwasanya ekonomi kreatif tidak terlalu berorientasi pada maksimisasi output, namun lebih konsentrasi pada mengoptimalkan serta memaksimisasi sumber daya manusia. Sektor ekonomi ini tidak berasal dari kelompok pengusaha besar. Kebanyakan justru muncul dan dirintis dari skala usaha kecil dan menengah yang kemudian berproses hingga bisa semakin berkembang. Contohnya seperti produksi kaos lokal daerah, design grafis, dan usaha fashion berskala menengah yang dalam perkembangannya bisa semakin maju dan memperluas skala usahanya.

Pelaksanaan upaya ekonomi kreatif sebagai penyelesaian alternaltif penganggulangan pengangguran tidaklah terpusat pada kemampuan individu secara perorangan saja, melainkan banyak edukasi informal yang dilakukan dalam pelaksanaan sektor ini. Secara umum diskusi yang dilakukan oleh pelaku ekonomi kreatif, seminar terbuka, tukar pendapat, serta kegiatan lain yang secara informal bisa kita kategorikan sebagai wahana edukasi dengan tujuan meningkatkan kualitas SDM para pelaku ekonomi kreatif tersebut. Baca Juga : Bingung Peluang Kerja Ilmu Komunikasi Apa Saja? Ini Jawabannya

Sebagai contoh konkret, di Kabuaten Banjarngara yang notabene ekonomi kreatif telah banyak bermunculan, sering diadakan pertemuan para pelaku ekonomi kreatif secara informal. Para pelaku usaha ini sering mengadakan perkumpulan untuk mengadakan perkumpulan untuk sekadar bertukar pikiran, bertukar informasi, dan saling bertukar pengetahuan tentang software baru, metode baru, serta mengadakan pelatihan bagi setiap pelaku-pelaku usaha ekonomi kreatif baru yang kita kategorikan masih awam dalam usaha ini. Pertemuan ini tidak diadakan dalam suasana yang formal, melainkan diadakan secara informal, dengan suasana yang lebih hangat dalam nuansa kekeluargaan.

Manfaat Ekonomi Kreatif Bagi Daerah

Manfaat dari Ekonomi kreatif juga bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian darah, seperti memberikan andil dalam peningkatan PDRB, melestarikan kearifan lokal dengan mengekspos budaya khas daerah dalam karya yang dihasilkan. Secara umum, manfaat dari perkembangan ekonomi kreatif ini dapat diuraikan dalam beberapa hal, seperti:

  • Meberikan kontribusi ekonomi yang signifikan
  • Menciptakan iklim bisnis yang positif
  • Membangun citra dan identitas bangsa
  • Berbasis pada sumber daya yang terbarukan
  • Menumbuhkan inovasi serta kreativitas menjadi keunggulan kompetitif suatu bangsa, dan sangat baik jika diterapkan untuk negara tercinta kita,Indonesia
  • Memberikan dampak sosial yang positif.

Dalam perkembangannya, sektor ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Namun demikian, bukan berarti pemerintah bisa tinggal diam dengan adanya solusi ini. Pemerintah selayaknya memfasilitasi serta memberikan dukungan bagi kemajuan sektor ini untuk meminimalisir kendala yang ada, yang meliputi akses pada bahan baku, pemanfaatan teknologi, permodalan, perlindungan terhadap hak cipta, serta ketersediaan ruang publik. Pemerintah bisa memberikan bantuan mikro kredit, memberikan kemudahan perizinan, serta kemudahan lain agar sektor ini kian berkembang.

Jika seluruh elemen masyarakat bisa berkontribusi dengan baik, bukan tidak mungkin pengangguran bisa dientaskan melalui jalur ini. Dan bukan hal yang mustahil bagi masyarakat untuk memulai usaha mandiri, asalkan masyarakat mau untuk memberdayakan dan mendayagunakan kemampuan serta bakat yang dimiliki, seperti yang dikatakan M Yunus, pendiri Grameen Bank, bahwa “setiap orang adalah pengusaha potensial”. Baca Juga : Cara Investasi Saham Bagi Pemula Mudah Dipahami

Referensi Manfaat Ekonomi Kreatif :

Arif. 2008. “Definisi Ekonomi Kreatif”.

Anonim. 2012. “Ekonomi Kreatif, Definisi dan Potensinya di Indonesia”.

Agustian, Widi. 2011. “5 Kendala Pengembangan Ekonomi Kreatif di RI”.

Academia Education (Ratna Nawangsari-2019)

About Jurnal Rival Indonesia 8 Articles
Admin di website Jurnal Rival Indonesia

1 Trackback / Pingback

  1. Dampak Instagram, Fenomena jadikan Remaja Semakin Konsumtif? - Jurnal Rival

Tinggalkan Balasan