Prinsip Dasar Ekonomi Menurut Gregory Mankiw (10 Prinsip Ekonomi)

prinsip dasar ekonomi

Bantu Share Ya Sahabat :


prinsip dasar ekonomi
Ilustrasi | Riski Firmanto

PRINSIP DASAR EKONOMI – Apa saja prinsip dasar ekonomi? terkadang kita kebingungan mencari tahu apa yang menjadi dasar dari sebuah ekonomi, bahkan kini ada yang namanya prinsip dasar ekonomi islam, namun pada tulisan ini lebih membahas mengenai prinsip dasar ekonomi secara umum.

Prinsip-prinsip Dasar Ekonomi

Menurut Profesor Gregory Mankiw ahli ekonomi dari Harvard University mengidentifikasikan ada 10 prinsip ekonomi yang dikelompokkan dalam 3 bagian yaitu:

1. Empat prinsip yang melandasi keputusan tingkat individu, yaitu :

a. Setiap individu harus selalu melakukan trade off. Menjelaskan tentang penukaran (perdagangan) yang dikenal 3 istilah :

1) Trade on : melakukan konsumsi/produksi tanpa menghilangkan kesempatan bahkan harus menambah konsumsi/produksi barang lainnya.  Contoh : konsumen mengkonsumsi 2 macam barang yakni A dan B, bila konsumsi hendak menambah konsumsi barang A, maka harus menambah konsumsi barang B juga (cara yang tidak efektif).

2) Trade in : melakukan konsumsi/produksi dengan cara melepaskan barter/berdagang barang lainnya. Contoh : Bila konsumen menginginkan konsumsi barang A maka harus melepas B, begitu sebaliknya (jelas menghilangkan daya kombinasi konsumsi).

3) Trade off : melakukan konsumsi/produksi yang didasarkan pada pengurangan berarti konsumsi/produksi satu barang untuk menambah konsumsi/produksi barang lainnya dengan daya beli/biaya yang sama. Contoh : Apabila konsumen hendak menambah konsumsi barang A maka harus mengurangi konsumsi barang B dan sebaliknya (bertindak secara rasional karena melakukan konsumsi dibatasi pada besarnya anggaran yang dimiliki). (Baca Juga : Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli, Cek Ulasannya Disini!)

b. Biaya adalah apa yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu.

Dalam ilmu ekonomi (bisnis) diidentifikasi sebagai pengeluaran/pengorbanan yang harus dilakukan sejelas mungkin karena menyangkut apa yang harus diterima atau tidak dikemudian hari sehubungan dengan pengeluaran atau pengorbanan tersebut.

Contoh : Seorang pengusaha memutuskan kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana. waktu yang dihabiskan selama mengikuti kuliah harus dikonversikan pada seberapa besar manfaat keuntungan bisnis yang bisa diperoleh apabila ia melakukan aktivitas bisnisnya (pengorbanan biaya kesempatan). Berbeda dengan seorang pengusaha yang hendak mengikuti kuliah hanya untuk menaikan gengsi/status sosial, itu bukan dikatakan pengorbanan melainkan kesenangan.

c. Orang rasional berpikir secara bertahap.

Bersikap rasional baik dalam hal konsumsi maupun produksi yang didasarkan pada cara berpikirnya merupakan salah satu pengajaran penting dalam ilmu ekonomi.

Contoh : Seorang produsen yang ingin meningkatkan keuntungan 200% dari semula harus menyadari bahwa hal itu hanya bisa dicapai bila daya produksi dan kemampuan (keuangan) ditingkatkan pula.

d. Pelaku ekonomi bereaksi terhadap insentif.

Patokan pelaku ekonomi dalam memenuhi kebutuhannya adalah membandingkan antara besarnya biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang didapatkan. Reaksi terhadap kenaikan harga suatu barang akan menyebabkan konsumen mengurangi konsumsi barang tersebut, di pihak lain produsen akan memperbesar produksinya.
Contoh : seorang pekerja hanya akan bekerja sesuai dengan perintah pemberi pekerjaan bila pekerjaan itu memberikan manfaat baginya. (Baca Juga : Dasar-dasar Invesitasi : Tujuan, Manfaat dan Jenis Investasi

2. Tiga Prinsip untuk Interaksi

a. Perdagangan dapat (harus) menguntungkan semua pihak.

Pihak baik dalam negeri (intrasulair) maupun luar negeri (extrasulair) dengan pihak lainnya melakukan perdagangan dalam perekonomian pasti mengharapkan keuntungan atau bila satu pihak untung maka pihak lainnya tidak dirugikan. Inti dari berdagang harus sama-sama untung atau yang satu untung yang lainnya tidak dirugikan (mutualisme).

b. Pasar secara umum adalah wahana yang baik untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi.

Pasar merupakan hal yang menentukan harga komoditi, sehingga fluktuasinya bukan ditentukan oleh intervensi pemerintah atau karena kebijakan segelintir organisasi ekonomi akan tetapi ditentukan oleh kekuatan jual/penawaran dan beli/permintaan (sesuai mekanisme pasar).

c. Pemerintah ada kalanya dapat memperbaiki hasil dari mekanisme pasar.

Untuk mengatasi merosotnya harga maka pemerintah dapat ikut campur dalam menetapkan kebijakan terhadap penentuan harga minimum atau pemerintah membeli langsung kelebihan dari hasil panen sehingga jumlah penawaran di pasar relatif stabil.

3. Tiga Prinsip Cara Bekerja Perekonomian Makro (Aggregatif)

a. Standar hidup suatu negara tergantung kemampuannya memproduksi barang dan jasa.

Kemampuan memproduksi barang dan jasa tidak hanya karena berlimpahnya sumber daya alam tapi juga ditentukan oleh sumber daya manusianya. Semakin tingginya pendapatan dari industri maka hasilnya dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia untuk menjadi lebih berkualitas dan memberikan nilai jual yang relatif sangat tinggi.

b. Harga secara umum meningkat bila pemerintah mencetak uang terlalu banyak.

Uang merupakan alat transaksi yang paling berpengaruh dalam perekonomian. Uang yang digunakan sebagai alat transaksi dewasa ini tidak hanya sebatas pada uang Chartal & Giral tapi uang bisa dijadikan sebagai transaksi elektronik yang bersifat debit maupun kredit. Ketersedianya alat transaksi yang cukup banyak dan beragam menjadikan pelaku ekonomi lebih giat bertransaksi (mengkonsumsi dan memproduksi). (Baca Juga : Asuransi Kesehatan: Pengertian, Jenis dan Manfaat Asuransi Kesehatan)

c. Masyarakat menghadapi Trade off jangka pendek antara Inflasi dan Pengangguran.

Hasil temuan Phillips berdasarkan data dari tahun ke tahun, inflasi dan pengangguran menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang relatif signifikan antara inflasi terhadap pengangguran atau sebaliknya. Bila tingkat inflasi berada pada tingkat di atas kemampuan produksi untuk mengimbanginya maka tingkat pengangguran akan semakin menurun (semakin banyak lowongan pekerjaan).

Sumber: Academia Education, Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *