Dampak Instagram, Fenomena jadikan Remaja Semakin Konsumtif?

Dampak Instagram
Dampak Instagram terhadap remaja
Dampak Instagram
Dampak Instagram terhadap remaja

Sedang mencari fenomena disekitar kita untuk dijadikan bahan penelitian tugas akhir atau skripsi? Bagaimana dengan fenomena dampak instagram yang menjadikan remaja semakin konsumtif? Fenomena dampak instagram ini mungkin bisa dijadikan acuan atau pemantik ide-ide untuk menyusun skripsi. Memang membuat latar belakang masalah agak sedikit membuat kita bingung, untuk itu semoga dengan membaca tulisan mengenai dampak instagram menjadikan Anda mendapat referensi baru. Baca Juga : 11 Alasan Masuk Jurusan Ilmu Komunikasi, Cocok untuk Calon Mahasiswa!

Fenomena Dampak Instagram Terhadap Kecendrungan Konsumtif Remaja

Di era new media ini, perubahan semakin terlihat dari berbagai teknologi informasi. Salah satunya adalah instagram. Pada generasi milenial, anak – anak, pelajar, mahasiswa atau siapapun pasti kenal dengan salah satu media sosial tersebut. pastinya dengan kemajuan teknologi pasti mempunyai efek samping. dampak instagram bagi remaja pastinya bermacam-macam. Namun setelah kita analisis dari sudut pandang negatif, dampak yang paling terlihat adalah prilaku konsumtif yang ditimbulkannya. Baca Juga : Jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang Patut Anda Pertimbangkan, Prospek Kerja Menjanjikan?

Dampak Instagram Bagi Remaja

Dengan kemajuan teknologi komunikasi membuat semakin mudah menjadi budaya kita terpengaruh budaya luar. Seperti kita yang terkenal sebelumnya kental dengan adat ketimuran, sedikit demi sedikit menuju kearah barat-baratan. Mulai dari cara berpakaian dan bahkan dalam segi makanan yang sudah terlihat hampir menyerupai budaya di barat. Apalagi dengan semakin mudahnya kita menggunakan internet, hampir semua anak – anak, remaja ataupun mahasiswa sudah pasti mempunyai minimal satu buah ponsel pintar menemaninya, ini menjadi ladang bagus bagi masuknya informasi jarak jauh yang begitu cepat. Baca Juga : Ciri Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Cek Faktanya Disini!

Sejarah perkembangan Teknologi komunikasi

Dalam sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi sekitar 40 tahun  terakhir (sejak kemunculan televisi) adalah penemuan dan pertumbuhan internet. Internet adalah sebuah jaringan computer dunia yang mengembangkan ARPANET, yaitu suatu sistem komunikasi yang terkait dengan pertahanan-keamanan yang dikembangkan pada tahun 1960-an.( Daryanto, Memahami kerja Internet, (Bandung:CV.Yrama Widya,2006)) Internet digunakan untuk mempermudah berkomunikasi diantara pengguna internet,membagikan (share) foto-foto, dan melihat bagaimana perkembangan dunia melalui internet melalui akses website serta situs yang ada. Baca Juga : Perkembangan Media Cetak Lengkap Sampai Ke Indonesia

Era Media Sosial

Di era new media kini banyak fasilitas internet yang mempermudah setiap orang untuk melakukan komunikasi yang baik ataupun sekeder bertukar informasi. Salah satunya adalah media sosial yang saat ini sedang booming dikalangan para pengguna internet baik itu anak – anak, pelajar, ataupun mahasiswa, salah satunya media sosial instagram. Dari begitu banyaknya macam-macam media sosial yang tersedia di internet, intagram salah satu media sosial populer di tanah air. Di instagram kita bisa membagikan momen-momen yang di anggap spesial bagi para penggunanya. Baca Juga : Perkembangan New Media dan Dampaknya dalam Kebebasan Berekspresi

Cara Mendaftar Instgram yang sangat mudah

Untuk mendaftar instagram begitu sangat mudah. Banyak anak-anak, pelajar, bahkan mahasiswa menghabiskan waktunya berjam – jam hanya ingin melihat account instagramnya. Biasanya mereka melihat berbagai konten, mulai dari artis vidgram yang lucu,romantis, atau bahkan yang ber genre komedi. Ada juga yang memanfaatkan instagram untuk melihat trend – trend yang terjadi disekitar dunia maya, sehingga membuat mereka menirukan apa yang di lihat.  Anak-anak ataupun remaja tenggelam dengan dunia maya tersebut, sehingga begitu banyak fenomena yang terjadi. Mulai banyak anak – anak yang malas, banyak pelajar yang tidak terlalu memikirkan dunia nyata, atau mahasiswa yang enggan melihat pahitnya dunia nyata. Meskipun ada beberapa anak muda yang sukses dari Instagram ini. Namun topik yang kita ambil dari bahasan hari ini mengenai dampak negative bagi anak-anak, pelajar, atau mahasiswa yang menjadikan mereka bagian dari masyrakat konsumtif. Baca Juga : Manfaat Ekonomi Kreatif di Indonesia, Efektif Untuk Menekan Pengangguran?

Dampak Instagram

Dampak negatif  instagram bagi anak-anak terlihat dari mereka yang menjadi krisis percaya diri, menjadikan mereka memiliki pemahaman untuk bersaing dalam kehidupan yang mewah, enggan untuk melihat kenyataan yang ada pada dirinya. Dan ingat, hal ini bukan hanya terjadi pada anak-anak semata, tapi pelajar atau remaja bahkan mahasiswa pun terkadang mendapatkan dampak yang serupa.

Menjadi Boros

Salah satunya, dari dampak tersebut banyak anak-anak mengahabiskan uangnya hanya sekedar membeli barang yang dipromosikan pada laman instagram, para pelajar menghabiskan uangnya membeli item game yang sedang viral di instagram, atau mahasiswa yang hobi membelanjakan uangnya saat melihat ada trend-trend baru yang muncul. Mungkin jika hanya sesekali, masih bisa kita maklumi, namun fenomenanya ini dilakukan oleh mereka secara terus menerus sehingga menjadikan mereka konsumtif dengan segala konten trend yang ada di instagram. Alasan mereka sangat sederhana, yakni tidak ingin dikatakan ketinggalan trend pada saat itu. Baca Juga : Sejarah ePaper atau Surat Kabar Online

Suka Pamer

Akibat asumsi tersebut, banyak di antara mereka berlomba lomba untuk mengoleksi atau membeli produk yang sedang populer, setelah itu mulai berlomba mengupload atau mengunggahnya di akun instagram masing-masing. Hal ini dilakukan hanya semata agar di lihat oleh orang lain, semakin high class sebuah foto tersebut otomatis akan mengkatkan populeraritas mereka di instagram.

Fenomena Dampak Instragram dari Uraian sebelumnya

Dari fenomena yang sudah di uraikan, kita melihat latar belakang yang menjadi topik permasalahan menganai instagram. Maka harus kita pahami bahwa pengaruh dari media sosial ini, terutama instagram bagi kehidupan anak – anak, pelajar, bahkan mahasiswa yang merupakan pengguna aktif instagram tersebut menjadikan mereka konsumtif. Sehingga kita dapat mengetahui bahwa seberapa besar dampak yang di timbulkan dari media sosial instagram pada tingkah laku penggunanya. Baca Juga : Pertimbangkan Hal Ini Jika Kamu Mau Menjadi Jurnalis

Mulai terbiasa berbelanja online

Mengenai belanja online tadi, disini fokus masalah kita tentang fenomena membeli online di instagram. Karena sangat sering membuka Instagram dengan insentitas waktu yang begitu sering, mengakibatkan mereka memilih untuk sering berbelanja secara online daripada berbelanja secara langsung seperti biasanya.  Keseringan melihat gambar yang manarik dari barang-barang yang telah ditawarkan oleh berbagai online shop yang terdapat dalam Instagram. Menjadikan mereka secara otomatis para anak – anak, pelajar, bahkan seorang mahasiswa mahasiswi semakin tertarik untuk membelinya.

Dari sisi yang lain, apabila mereka telah comment atau bertanya berulanng kali mengenai gambar barang yang di sediakan oleh penjual dan menjadikan mereka menyukainya. Kemudahan yang ditawarkan oleh beberapa online shop ini menjadi alasan kuat menimbulkan prilaku konsumtif bagi remaja sekarang. Apalagi jika meraka melakukan hal ini secara terus menerus, pastinya akan menjadikan rasa ketagihan, dan ini harus kita antisipasi agar tidak menjadikan kita pribadi yang begitu boros. Silahkan bermain instagram seperlunya, bukan untuk menjadikan kita bersaing meinggikan ego kita, tapi bersainglah memperlihatkan karya – karya terbaikmu. Seperti para vidgram atau selebgram yang sudah sukses. Baca Juga : Bagaimana Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula? Ini Keuntungan dan Resikonya

Ulasan ini hanya sebatas dampak instagram dari sisi negatif, jadi bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jika ditangan orang-orang yang ahli, instagram bisa menjadi ladang mencari penghasilan. Seperti uraian diatas, jika dalam sudut pandang para praktisi online shop, pastinya peluang mencari pelanggan sangat terbuka lebarkan?

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan